PRAKTIKUM KPKT ACARA I
Nama :
Alvia Nur Fadilla
NIM (Golongan) : 18/424341/PN/15381 (A5)
Asisten
Koreksi : Luthfi Indriyani
Muslihah
LAPORAN
PRAKTIKUM KPKT ACARA I
“UJI
KESUBURAN TANAH”
Metode
Wawancara
Pada
hari Kamis, 29 Oktober 2020 saya telah melakukan wawancara dengan petani dan observasi
lahan sawah untuk memenuhi praktikum acara I yang berjudul “Uji Kesuburan Tanah”.
Petani yang saya wawancarai bernama Bapak Wakidi yang berusia 74 tahun. Lokasi
lahannya terletak di daerah Soragan, Kasihan Bantul. Bapak Wakidi memiliki
beberapa lahan sawah dan tersebar di daerah Kasihan Bantul, ada yang di
Sumberan, Soragan dan Soboman. Bapak Wakidi menanami lahannya dengan komoditas
Padi. Padi (Oryza sativa L.) merupakan
tanaman pangan yang sangat penting karena beras masih digunakan sebagai makanan
pokok bagi sebagian besar penduduk dunia terutama Asia. Padi merupakan
komoditas strategis di Indonesia karena beras mempunyai pengaruh yang besar
terhadap kestabilan ekonomi dan politik (Purnamaningsih, 2006).
Pengolahan tanah yang dilakukan Bapak Wakidi yaitu dengan cara dicangkul dan ditraktor. Proses pencangkulan dilakukan saat membuat pematang pada lahan. Kemudian dilakukan juga pembersihkan lahan dari gulma dan sisa tanaman. Setelah itu tanah dibajak menggunakan traktor. Pengolahan tanah sangat penting dilakukan karena pengolahan tanah dapat mengubah fisik tanah, seperti kapasitas menahan air, distribusi ukuran pori tanah, kerapatan massa tanah, dan agregasi tanah. Pengolahan tanah juga dapat meningkatkan degregasi bahan organik oleh mikroorganisme. Dengan pengolahan tanah yang tepat maka dapat menyediakan lingkungan yang sesuai dalam perkecambahan benih, pengendalian gulma, ketersediaan air secara teratur, dan pengurangan limpasan permukaan melalui peningkatan infiltrasi (Xomphoutheb et al., 2020).
Gambar
1. Lahan Sawah milik Bapak Wakidi
Bapak
Wakidi juga menggunakan beberapa pupuk untuk menunjang pertumbuhan dan hasil
padinya. Pupuk yang digunakan Pak Wakidi yaitu pupuk NPK Phonska, pupuk TSP,
dan Pupuk Urea, serta pupuk kandang. Pupuk urea sangat dibutuhkan karena
merupakan penunjang hara nitrogren. Nitrogen mempunyai peran penting bagi
tanaman khususnya tanaman padi yaitu untuk mendorong pertumbuhan tanaman yang
cepat dan memperbaiki tingkat hasil dan kualitas gabah melalui peningkatan
jumlah anakan, pengembangan luas daun, pembentukan gabah, pengisian gabah, dan
sintesis protein (Patti et al., 2013).
Sehingga dengan diberikanya pupuk-pupuk pada lahan dalam dosis,cara
pengaplikasian, dan waktu yang tepat dapat meningkatkan produktivitas padi.
Terkait
permasalahan kesuburan tanah, menurut Bapak Wakidi tanah pada lahan sawah yang
dikelolanya masih sangat subur sehingga tidak ada masalah yang berarti. Namun,
Bapak Wakidi mengatakan bahwa sedikit terkendala mengenai akses pupuk. Bapak
Wakidi terkadang kesulitan mendapatkan pupuk yang dibutuhkan karena seperti
dipersulit oleh orang yang mengelola/menjualnya dan diperlukan kartu tani untuk
bisa mendapatkannya. Dalam mengatasi hal tersebut sering kali Bapak Wakidi
pergi ketempat yang lebih jauh untuk mendapatkan pupuk tersebut dan harga pupuk
pun juga lebih mahal sehingga membuat Bapak Wakidi merasa kesulitan.
Bapak
Wakidi juga mengatakan bahwa ada beberapa hama seperti tikus, burung, dan
walang sangit yang menyebabkan hasil padi menurun bahkan hingga gagal panen. Dalam
mengatasi hal tersebut Bapak Wakidi menggunakan obat untuk mengatasi hama (pestisida/insektisida),
dan memasang kaleng-kaleng untuk hama burung agar saat burung hinggap dan
memakan padi, kaleng-kaleng tersebut digerakan sehingga akan berbunyi nyaring
yang membuat burung-burung pergi. Namun, penggunaan insektisida yang tidak
tepat dan berlebih dapat mengakibatkan bebagai masalah, mulai dari residu,
ledakan hama sekunder, resurjensi, resistensi, dan perubahan status serangga
dari hama sekunder menjadi primer (Metcalf, 1994 cit. Trisyono, 2019). Residu
insektisida pada bagian tanaman dan air yang dikonsumsi manusia dapat
mengakibatkan berbagai gangguan kesehatan seperti karsinogenik, teratogenik,
mutagenik dan secara akut paparan pestisida/insektisida dapat mengakibatkan
kematian (Trisyono, 2019).
Menurut saya daripada menggunakan pestisida/insektisida lebih baik menggunakan musuh alami hama tersebut, seperti burung hantu untuk musuh alami tikus. Tetapi menurut Aji (2019), burung hantu dapat diganti dengan barangbang yang merupakan pangkal pelepah daun kelapa yang sudah kering, barangbang kering ini jika dilihat sekilas akan mirip seperti burung hantu sehingga dapat digunakan untuk menipu hama tikus sehingga hama tersebut akan menjauh. Kemudian menggunakan air sabun cuci piring untuk mengatasi walang sangit, dengan cara menyemprotkannya langsung ke hama tersebut, dan juga dapat menggunakan pestisida organik agar tetap ramah lingkungan. Serta memasang orang-orangan sawah untuk menakut-nakuti burung, agar petani tidak perlu selalu ada dilahan untuk menjaganya. Serta menurut Hardiansyah (2020), dapat menggunakan aroma-aroma khas yang ditimbulkan oleh jengkol, bawang putih, dan buah bintaro karena aroma tersebut tidak disukai oleh berbagai hama termasuk burung. Sehingga hama-hama tersebut dapat pergi menjauh dan tidak mengganggu produktivitas padi milik Bapak Wakidi.
Gambar
2. Dokumentasi dengan Narasumer (Bapak Wakidi)
Daftar
Pustaka :
Aji, R. 2019. 3 Cara Ampuh Mengusir Hama
Wereng dan Tikus. https://www.ngunut-playen.desa.id/.
Diakses pada 3 November 2020.
Hardiansyah, M.Y. 2020. Pengusir hama burung pemakan padi otomatis dalam menunjang stabilitas
pangan nasional. Jurnal ABDI. 1(1): 85-103.
Patti, P.S. Kaya, E dan Silahooy, C.H.
2013. Analisis Status Nitrogen Tanah Dalam Kaitannya Dengan Serapan N Oleh
Tanaman Padi Sawah Di Desa Waimital, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian
Barat. Jurnal Agrologia. 2(1):51-58.
Purnamaningsih, R. 2006. Induksi Kalus
dan Optimasi Regenerasi Empat Varietas Padi Melalui Kultur In Vitro. Balai
Besar Penelitian dan Pengawasan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian.
Bogor. Jurnal AgroBiogen. 2(2):74-80.
Trisyono, Y.A. 2019. Insektisida
Pengganggu Pertumbuhan dan Perkembangan Serangga. Gadjah Mada University Press,
Yogyakarta.
Xomphoutheb, T., S.
Jiao, X. Guo, F. S. Mabagala, B. Sui, H. Wang, L. Zhao, and X. Zao. 2020. The
effect of tillage systems on phosphorus distribution and forms in rhizosphere
and non-rhizosphere soil under maize (Zea mays L.) in Northeast China. Scientific
Reports 10 (1): 1-9.


Komentar
Posting Komentar