LAPORAN PRAKTIKUM KPKT ACARA II
Nama :
Alvia Nur Fadilla
NIM (Golongan) : 18/424341/PN/15381 (A5)
Asisten
Koreksi : Luthfi Indriyani
Muslihah
LAPORAN
PRAKTIKUM KPKT ACARA II
“MENGENAL
PUPUK”
Metode
Wawancara Langsung dengan Petani
Gambar 1. Lahan Sawah milik Bapak Wakidi
Pupuk merupakan faktor penujang untuk memenuhi unsur hara yang dibutuhkan tanaman, salah satunya adalah pupuk Urea yang dapat menunjang ketersediaan hara nitrogen dalam tanah. Nitrogen mempunyai peranan penting bagi tanaman khususnya tanaman padi yaitu untuk mendorong pertumbuhan tanaman yang cepat dan memperbaiki tingkat hasil dan kualitas gabah melalui peningkatan jumlah anakan, pengembangan luas daun, pembentukan gabah, pengisian gabah, dan sintesis protein (Patti et al., 2013). Pupuk yang digunakan Bapak Wakidi untuk menunjang produktivitas padi miliknya yaitu pupuk NPK Phonska, pupuk Urea, pupuk TSP yang merupakan pupuk anorganik dan pupuk kandang yang merupakan pupuk organik. NPK Phonska (15:15:15) merupakan salah satu produk pupuk NPK yang telah beredar di pasaran dengan kandungan nitrogen (N) 15 %, Fosfor (P2O5) 15 %, Kalium (K2O) 15 %, Sulfur (S) 10 %, dan kadar air maksimal 2 % (Simanjuntak et al., 2015).
Mengacu
pada PP. No. 8 tahun 2001, pupuk organik adalah pupuk dengan batasan pupuk yang
sebagian atau seluruhnya terdiri dari bahan organik tumbuhan atau hewan yang
telah melalui proses rekayasa, dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan
untuk menyediakan hara tanaman serta dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan
biologi tanah (Suwahyono, 2011). Sedangkan pupuk anorganik merupakan golongan
agrokimia, semua pupuk yang berasal dari bahan kimia anorganik yang dibuat oleh
pabrik (Suwahyono, 2011). Penggunakan pupuk anorganik yang tidak tepat dan
berlebihan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan dan menurunkan hasil panen
(Rahman and Zhang, 2018). Sehingga perlu hati-hati dalam penggunaan pupuk
anorganik ini agar tepat dosis dan tidak menyebabkan kerugian.
Gambar 2. Dokumentasi saat Wawancara
Pada saat wawancara, Bapak Wakidi menjelaskan bahwa beliau mengaplikasikan pupuk yang digunakannya dalam 3 waktu yaitu pada 7 hari setelah tanam, antara 15-21 hari setelah tanam, dan pemupukan penutup pada 40 hari setelah tanam. Pada waktu 7 hari setelah tanam, pupuk yang digunakan yaitu NPK Phonska dengan dosis 15kg/1000m2 dan TSP dengan dosis 5kg/1000m2, yang diaplikasikan dengan cara NPK Phonska dan TSP dicampur rata kemudian disebar di permukaan tanah lahan sawah yang ditanami. Pada waktu antara 15-21 hari setelah tanam Bapak Wakidi menggunakan pupuk NPK Phonska dengan dosis 15kg/1000m2 dan Urea dengan dosis 5kg/1000m2, cara pengaplikasiannya sama yaitu pupuk NPK Phonska dengan pupuk Urea dicampur rata kemudian disebar ke permukaan tanah lahan sawah yang ditanami. Pemumukan penutup dilakukan pada 40 hari setelah tanam, pupuk yang digunakan hanya berupa pupuk Urea dengan dosis 5kg/1000m2 yang diaplikasikan dengan cara langsung disebar ke lahan sawah yang ditanami. Menurut Fitria dan Ali (2014) untuk tanaman padi sawah, dosis pemupukan pupuk NPK Phonska adalah sebanyak 300kg/ha dan untuk pupuk Urea adalah sebanyak 100kg/ha. Hal ini berarti penerapan dosis pupuk pada lahan Bapak Wakidi telah sesuai dengan literatur yang ada.
Daftar Pustaka
Fitria, E dan M.N. Ali. 2014. Kelayakan usaha tani padi
gogo dengan pola pengelolaan tanaman terpadu (PTT) di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi
Aceh. Widyariset. 17(3): 425-434.
Patti, P.S. Kaya, E dan Silahooy, C.H. 2013.
Analisis Status Nitrogen Tanah Dalam Kaitannya Dengan Serapan N Oleh Tanaman
Padi Sawah Di Desa Waimital, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat.
Jurnal Agrologia. 2(1):51-58.
Rahman,
K.M.A., and D. Zhang. 2018. Effect of fertilizer broadcasting on the
excessive use of inorganic fertilizers and environmental sustainability.
Sustainability. 10(759) : 2-15.
Sari, R.P., T. Islami, dan T. Sumarni. 2014.
Aplikasi pupuk kandang dalam meminimalisir pupuk anorganik pada produksi padi (Oryza sativa L.) metode SRI.
2(4):308-315.
Simanjuntak, C.P.S., J. Ginting, dan Meiriani. 2015.
Pertumbuhan dan produksi padi sawah pada beberapa varietas dan pemberian pupuk
NPK. Jurnal Online Agroekoteknologi. 3(4): 1416-1424.
Suwahyono, U. 2011. Petunjuk Praktis Penggunaan
Pupuk Organik secara Efektif dan Efisien. Penebar Swadaya, Depok.



Komentar
Posting Komentar